Pulang kantor, mampirlah lelaki itu di Indomaret. Mampirnya bukan tanpa alasan, sebelum pulang, istrinya sudah SMS untuk membelikan susu anak-anaknya.
Sampai Indomaret, pertama yang dia tuju adalah ATM, maklum tanggal tua, dompet sudah tipis.
Kebetulan ATM ada didalam Indomaret. Terlihat tidak ada antrian, hanya seorang pria dengan anak laki-lakinya yang sedang berada di ATM. Sejurus kemudian mereka sudah berlalu dari mesin ATM itu.
Giliran lelaki itu di depan mesin ATM. Alangkah terkejutnya, dilayar mesin itu masih ada petunjuk menu “Selesai” dan “Transaksi lainnya”. Tanpa pikir panjang, lelaki itu langsung mencet tombol “Cancel”. Keluarlah kartu ATM. Diambillah kartu itu bersama dengan struk kertas yang masih nyenthel.
Bergegas mencari pria bersama anaknya itu.
“Pak…pak…kartunya…”lelaki itu menyerahkan kartu ATM bersama dengan struknya.
“Makasih mas” tersenyum kemudian berlalu saja.
Sebenarnya bisa saja lelaki itu tinggal mencet transaksi lainnya, lalu menguras ATM itu. Tapi menurutnya itu bukan haknya dan bukan rejekinya, karena rejeki sesungguhnya adalah ketika mengembalikan kartu itu kepada pemiliknya.
kowe ora ngerti wae kang, iku ATM wis ora ono duite, colongan pisan, makane ditinggal
…pengalaman nyata sebagai penemu kartu apa korban?
aku pernah juga mas, ngeliat atm yang kondisinya persis di tulisan ini. tapi udah ga ada orang. untungnya itu di bank, jadi bisa dikasih ke satpam
ga kebayang kalo ada yang niat menguras atm yang lupa diambil gitu
Subhanallah… pak sugiman apikan banget ik
ini nyata ato piksi pakdhe??
seneng mbacanya