Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘pajak pertambahan nilai’

 

Pajak. Sebuah kata yang mungkin membuat orang langsung berasumsi negatif. Tiap orang yang bersinggungan dengan pajak cenderung atau bahkan sebagian besar menghindarinya. Kenapa sih orang-orang menghindar dari pajak?

Saya coba urai arti pajak itu sendiri. Arti Pajak berdasarkan UU No 28 Tahun 2008 Perubahan Ketiga atas UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan Pasal 1 angka 1 Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
*Serius gini ya?pake Undang- Undang segala 😆 *

Nah, jelas kan? Dari artinya saja pajak bersifat memaksa alias dipaksa. Dimana-mana orang kalau dipaksa pasti banyak gak maunya. Misalnya agnes monica dipaksa kawin sama saya, pasti agnesnya jelas gak mau *Yoo jelas ga mau! Wong raimu koyo botol kecap gandaria!* *Maksudmu uopooo…*
Gimana-gimana dipaksa itu ga enak, bisa bikin lecet, bahkan sampe pendarahan *Uopo maneeeh iki?*

Jadi, menurut saya, arti pajak itu sebaiknya diubah. Jadi begini, Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara oleh rakyat dengan penuh kasih sayang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan penuh kasih sayang rakyat akan membayar pajak dengan ikhlas. Rakyat dengan Negara diibaratkan seperti suami istri. Suami dengan ikhlas memberi sebagian penghasilannya pada istri untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak, merawat , membersihkan rumah dan lain lain. Tentu saja istri juga melayani apa yang dinginkan suami dengan baik pula. Penuh ikhlas karena kasih sayang.

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah ‘BAYARLAH PAJAK PADA TEMPATNYA.’ 😆

Piye?Apik tho awur awuranku?
Ra mingsro!

Iklan

Read Full Post »