Musibah atau tepatnya cobaan ini kami alami beberapa bulan yang lalu.
Berawal dari istri saya yang terlambat datang bulan, ketika itu sudah telat 1 minggu, istri saya langsung beli tespek kehamilan, dan hasilnya strip 2. Kamipun menanggapi dengan biasa maklum untuk hal ini sudah ketiga kalinya.
Mengetahui kalo hamil istri saya minta dianterin ke dokter kandungan. Dari hasil pemeriksaan pertama, dokter menjelaskan memang positif hamil dan masih berupa kantung janin namun tidak begitu jelas, menurut dokter usia kandungan saat itu diperkirakan 2 mingguan. Kemudian dikasih resep buat penguat kandungan dan janin, serta di suruh kontrol lagi sebulan kemudian.
Bulan berikutnya saya nganter lagi saat itu malam sebelum hari pertama puasa, hasil pemeriksaan dokter menyatakan kalo kandungan istri saya nggak berkembang. Kemudian dikasih resep lagi.
Hari berikutnya istri saya merasa perutnya mules-mules, ga enak, lemas, dan mengeluarkan sedikit cairan merah seperti M. Karena cairan itu keluar makin lama makin banyak, akhirnya sore sekitar jam setengah lima saya bawa ke rumah sakit bersalin.
Saya hubungi dokter kandungan itu, dokter datang abis magrib langsung memeriksa istri saya. Akhirnya dokter memberitahu saya kalo istri saya keguguran….Saya masuk kamar pemeriksaan untuk menemui istriku dan membuatnya tenang dan tegar…*walaupun akhirnya kami nangis..:(( * (Malam pertama puasa di RS Bersalin)
Kata dokter malam itu juga kandungan istri saya segera dikuret. Saya setuju aja kalo memang harus begitu. Jam 10.30 Malam dikuret.
Setelah dikuret saya menemui dokter menanyakan kondisi dan keadaan istri saya. Beliau menjelaskan kondisinya baik2 saja, rahimnya sudah bersih dan tidak ada efek yang berarti.
Mengenai penyebabnya dokter masih menunggu hasil lab dari bekas kuret. Namun yang perlu digarisbawahi selama 3 bulan kedepan agar tidak melakukan hubungan intim dulu. Lhoh bukannya ini efek yang sangat berarti?…..(Heh piye dok? prei 3 sasi….barang halal mung sitok dikongkon mrei nganti 3 sasi….) *mikir 3 sasi enake karo sopo yo?* -Balang kursi sak mejone karo bojoku-.
Beberapa hari kemudian hasil lab selesai. Hasil lab saya bawa ke dokter. Dokter menjelaskan berdasarkan hasil lab, janin tidak berkembang karena kualitas antara sel telur atau sperma yang jelek. (antara sedih dan bersyukur)
Yah begitulah…. kami belum dipercaya dikasih titipan yang ketiga….(AMPUNILAH DOSAKU YA ALLAH)..

Memang jadi orang tua itu sebisa mungkin memahami anak-anak kita. Maunya gimana… minta apa….membuat kita rada bingung juga…