“Maaf mas…ee..anu.. Chicken steak with mushroom sauce nya habis bisa ganti menu yang lain?”
“Lhoh…abis mbak,…ya sudah ganti…mmm….”Lelaki itu Bolak balik buku menu lagi.
” steak goreng tepung deh mbak….Cepet ya mbak…jangan lama-lama.”
“Oh iya, maaf ya mas…nunggu lagi.”Pelayan bergegas pergi.
Tak berapa lama pelayan itu kembali lagi.
“Maaf mas, steak goreng tepung juga habis…Maaf…Eee.. bisa pesan lainnya”.Dengan muka memerah malu.
“Gimana sih mbak kok habis semua, ganti lagi ni saya…ya udah mbak samain aja sama dia(Si pria)”
“Kamu tadi pesen apa?”bertanya pada pria itu.
“Oh. Saya pesen Special Steak tenderloin”
“Ya udah tu mbak. Cepet lo mbak, ni dah laper dari tadi..”Sahut Lelaki itu dengan raut muka kesal.
“I..iya mas,…Maaf mas Maaf…”Pelayan segera bergegas lagi.
Pelayan itu kembali untuk ketiga kalinya.
“Maaf mas, Ee… Special Steak tenderloin-nya tinggal satu…”
“Gimana sih…,Mau niat jualan ga sih…Resto aaaapaan nih….”Lelaki itu berdiri sambil memukul meja dengan muka kesal dan marah. Dan umpatan-umpatan yang keluar dari mulut lelaki itu. Untungnya resto itu sudah sepi, tinggal beberapa orang saja.
Pria itu coba menenangkan lelaki itu.
“Sudah sudah….sudah bang…Kita keluar saja nyari tempat lain…”Maaf ya mbak…”
Menarik lelaki itu untuk segera keluar. Sedang lelaki itu masih ngedumel..
Mereka meninggalkan resto itu.
Karena lapar sudah nggak tertahan,akhirnya mereka makan di warung tempe dan ayam penyet pinggir jalan.
Mereka tampak lahap. Dan kembali ke kost dengan kenyang.
—-
Sampai dikost.
Pri itu turun dari motor.”Makasih bang tadi..”.Berjalan agak cepat menahan sesuatu menuju kamar mandi.
“Halah,… ya sama-sama.”Lelaki itu membalas sedikit agak keras suaranya.
Keluar kamar mandi. Berjalan menuju kamarnya.
“Hei..Dit…”Suara khas dari lelaki yang lain yang masih satu kostan.
Pria ini dipanggil Adit oleh teman-temannya. Nama Lengkapnya Aditya P Dewanata.
“Hei…bang Tigor ada bang.”
“Tadi ada yang cari kau…”.Kata bang Tigor.
“Siapa bang..?”
“Tak Tahulah aku, belum sempat aku tanyakan dia sudah pergi naik mobil, mobil mewah tampaknya”
“Laki Perempuan bang?”
“Perempuan, Cantik, cuma mukanya keliatan sedih.” Tadi aku ketuk-ketuk pintu kamarmu, tak ada yang buka,… aku telpon kau, kudengar suara HPmu dikamarmu..Ya sudah aku bilang padanya kalau kau sedang keluar.”
Ya sudah aku sudah tak tahan nih.”Berjalan menuju kamar mandi.
“Makasih bang.”
Berjalan sambil berpikir siapa yang mencarinya.
“Apa mungkin dia….”Menebak dalam hati.
Bersambung…